Anaconda
Fatih, anak saya yang pertama; senang sekali jika dibacakan buku tentang kehidupan binatang.
Beberapa hari yang lalu, kami membelikannya sebuah buku tentang reptilia. Di malam harinya, dia meminta saya untuk membacakan buku tersebut. Mulailah saya membaca dari halaman yang paling depan. Buku ini menerangkan tentang kehidupan reptil yang ada di muka bumi, mulai dari buaya, ular, biyawak, komodo dan lain-lain.
Ketika sampai di segmen cerita yang membahas tentang jenis-jenis ular; disana tertulis bahwa anaconda adalah salahsatu jenis ular yang besar dan panjangnya bisa sampai beberapa meter; ada yang hampir sama dengan bis panjangnya.
Ketika sampai di segmen cerita yang membahas tentang jenis-jenis ular; disana tertulis bahwa anaconda adalah salahsatu jenis ular yang besar dan panjangnya bisa sampai beberapa meter; ada yang hampir sama dengan bis panjangnya.
Kemudian Fatih menginterupsi saya: ”Ayah, di Diego (maksudnya film anak-anak go Diego go!), anaconda itu pendek; Cuma sepanjang ini." Sambil kedua telapak tangannya didekatkan, memberikan isyarat pendek.
Saya lantas menjawab: “oh..begitu..ok deh.”
Setelah itu saya teruskan membaca. Saya ulangi lagi kalimat tentang karakteristik anaconda tersebut.
lagi-lagi Fatih menginterupsi: “anaconda itu harus pendek Ayah; jadi kalau panjang, namanya Ibukonda, bukan anakonda.”
lagi-lagi Fatih menginterupsi: “anaconda itu harus pendek Ayah; jadi kalau panjang, namanya Ibukonda, bukan anakonda.”