Mengapa nge-blog?
Selama ini aku sering menuangkan unek-unek atau pemikiran di secarik kertas. Setelah itu disimpan atau dibuang ke tempat sampah. Bagi aku, menuliskannya diatas secarik kertas, boleh dilihat sebagai ‘emergency exit’ agar beban pikiran yang terjadi saat itu tidak berkelanjutan dan menganggu sistem kekebalan dalam tubuh.
Jika selama ini tulisan-tulisan tersebut berakhir di tempat sampah, mungkin akan lebih baik jika aku menyediakan tempat yang lebih baik untuk unek-unek tersebut agar suatu saat nanti bisa dibaca dan ditelaah kembali. Di masa lalu terkadang aku membawa buku kecil yang sering aku pergunakan untuk mencatat hal-hal penting yang berhubungan dengan pekerjaan. Selain itu, pemikiran dan perasaan pribadi pun terkadang aku curahkan di buku kecil tersebut. Sudah tidak ingat lagi berapa buku yang sudah aku pakai, dan keberadaannya sekarangpun sudah tidak bisa dilacak lagi. Beberapa mungkin masih ada, tapi sebagian besar sudah hilang entah kemana.
Sekarang ini beberapa hal yang ada di kepalaku, aku curhat-kan di secarik kertas atau di komputer dengan bantuan word processor. Aku selalu coba simpan atau save apapun dan sependek apapun tulisan itu. Untuk hal-hal yang sangat pribadi yang aku tidak ingin orang lain mengetahuinya, aku protect dengan password agar orang tidak bisa membukanya apalagi membacanya.
Tetapi banyak hal yang aku biarkan unprotected dan orang lain -jika mau- boleh membacanya.
Untuk itu, ke depan aku akan coba untuk mem-publish beberapa tulisanku, untuk bisa dibaca lagi lain waktu minimal oleh aku sendiri atau netter yang kesasar ke weblog-ku. Selain itu, catatan perjalanan ini ingin aku bagi dengan orang-orang yang aku cintai tanpa ada harapan untuk di-reply.
Mudah-mudahan ini tidak menambah ketergantunganku terhadap teknologi. Mudah-mudahan mem-posting suatu “catatan perjalanan” akan semudah melemparkannya ke tempat sampah. Tidak ada harapan untuk kembali, tidak membebani, dan yang paling penting adalah ‘membebaskan’ jiwa ini dari tekanan yang tidak perlu…….
Masih ingat pepatah lama: “publish or perish”?
Aku mau mengatakan bahwa: “ in the past I perished them, now I’m going to publish (some of) them…”
So, here I am …
I just started my blog……
No comments:
Post a Comment